Rindu. Kata itu yang sekarang sangat ku benci. Kata itu seakan monster yang amat menyeramkan. Ketika ia sudah menghantui entah aku harus berucap apa lagi. Semua rasa menjadi satu. Takut,sedih,sakit,amarah,kecewa semua berada diwadah yang sama.
Kenapa didunia ini harus ada istilah kata rindu? Yang jelas jelas ia sangat jahat sekali. Ia tega merampas senyum seseorang dan menggantikannya dengan air mata. Dan aku baru menyadari bahwa rindu itu adalah penyebab masalah terjadi.
Saat ini aku berdiam diri ditemani oleh rindu. Rasa yang selalu saja mengikuti langkahku kemanapun aku pergi. Aku sendiri disini,tanpa gandenganmu dan tanpa pelukanmu.
Entah mengapa lagilagi aku merasakan seperti ini,padahal dulu saat diawal kamu tidak pernah membuatku sekacau ini karena kerinduan. Tapi tiga minggu belakangan ini,kau selalu saja membuatku mencaci diriku sendiri.
Apa maumu?
Apa saat ini aku lagi diajarkan agar aku terbiasa tanpamu?
Apa kelak kau akan menjadikanku sama seperti wanita mu yang dulu,yang selalu menahan rindu dalam diam?
Atau sudah ada wanita lain yang bisa lebih membahagiakanmu,mengerti kondisimu dibanding aku?
Atau..........ah sudahlah pertanyaan yang sangat bodoh untuk dipertanyakan.
Aneh sekali rasanya jika aku sudah merasakan seperti ini. Kau tau sendiri,bagaimana tingkahku ketika rindu mulai menggerogoti. Selalu menjadi wanita tolol yang tak tau arah.
Selalu mencari masalah untuk diperhatikan. Selalu saja wanita manja ini membuatmu jengkel karena ulahnya. Selalu dan selalu membuat kekacauan. Tapi semua itu karena rindu. Ia jahat sekali sayang.
Bantu aku untuk memusnahkannya dan bantu aku untuk membuatnya tak kembali lagi. Aku lelah jika harus berurusan dengan rindu.
Sebenarnya aku memaklumi kesibukanmu. Aku sadar bahwa kau bukanlah orang sipil biasa. Seharusnya aku melihat ayah dan kakakku yang kesibukannya sama sepertimu. Ya aku memaklumi aktivitas aparat seperti kalian yang waktunya kurang lebih untuk negara.
Tetapi,semua fikiranku kalah dengan rindu,ini menyakitkan-.
Yang biasanya perjumpaan kita dua hari sekali,sekarang ini menjadi seminggu sekali.
Dengan belum keterbiasaan ini,menjadikan rasa sakit yang luar biasa. Mungkin aku terlalu seperti bocah yang tak pernah mengertikan keadaanmu,tapi sekali lagi kubilang,-aku belum terbiasa.
Bagaimana jika aku kehilanganmu? Bagaimana jika nanti kau tak disampingku lagi? Rindu level berapa lagi yang akan ku rasakan?
Masih berada dalam pelukanmu saja rindu ini sudah menjadi monster,bagaimana rindu saatku tak berada dipelukanmu lagi? Tak terbayangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar