Minggu, 06 Desember 2015

kegalapan

Kegelapan yang ditemani rintikan hujan sedari sore tadi membuat suasana terlihat kurang lengkap. Seketika berdiam diri melihat kesegala arah yang berwarna hitam pekat dengan tubuh yang setengah mengigil. Sepertinya ku butuh penerangan dan kehangatan malam ini.

Banyak bayangan yang tiba tiba menghampiri didalam kegelapan ini. Yang lagilagi membuatku takut. Ingin sekali rasanya ku menjerit meluapkan segala yang kutakuti,karena malam ini jeritanku akan tersamarkan oleh suara hujan diluar sana.
Entah mengapa akhir akhir ini aku menjadi wanita pengecut yang selalu takut akan segala hal. Apa mungkin banyak rasa trauma yang pernah kualami? Kurasa kata kata itu terlalu berlebihan-.

5jam sudah aku berada dalam kegelapan ini sendirian. Hujan sudah berhenti,tapi kegelapan masih setia menemani. Seperti kamu yang masih menemaniku dalam kurun waktu 5 bulan ini. Bedanya,bersamamu warna tidak lagi hitam. Banyak sekali kecerahan saat ku coba melangkah bersamamu. Tapi rasa takut itu pun juga masih setia menemaniku. Entah kenapa lagi lagi aku menjadi wanita yang amat pengecut,bukan lagi menjadi wanita berani seperti dulu kala. Dulu,aku selalu berani dalam situasi apapun,aku berani dengan resiko apapun. Semenjak bersamamu,rasa takut itu mulai menggilai. Aku takut kau melepaskan pelukanmu,takut kau melepaskan gandengamu,takut kau menghentikan langkahmu bersamaku,takut kau membiarkan ku sendiri tanpa sosokmu,aku sangat takut untuk kehilanganmu. Tapi yang lebih ku takuti,aku takut untuk menimbun luka lagi. Lelah rasanya,harus berpapasan lagi dengan luka dan air mata.

Banyak luka yang ditimbun disini dari mereka orang yang tak bertanggung jawab. Hingga ku benci akan hal tentang cinta. Sekian lama aku berdiri sendiri berusaha menyembuhkan lukaku yang dulu. Nyatanya berdiri sendiri tanpa seseorang,luka ini tidak akan sembuh.
Tapi rencana Tuhan indah sekali. 5bulan yang lalu,Ia mengirimkan sosok pria gagah dan sangat gentle yang ditunjukkan untuk menyembuhkan luka ini. Dan kali ini aku menemui arti cinta yan baru. Aku merasakan cinta yang berbeda. Apa ini rasa yang katanya menemui cinta sejati? Entahlah,semoga saja. Perjalanan kita pun masih panjang dan kaupun akan ku jadikan pemberhentian terakhir.

Tapi kali ini kumohon,jangan lagi lagi kau menimbun luka baru. Jangan lagilagi kau memanggil rintikan hujan dimata ini. Ketika kepecayaan sudah ku beri sepenuhnya padamu,tolong jaga kepercayaan itu. Meskipun sudah banyak sekali liku-liku yang kita lewati,kuharap kita mampu melewatinya. Disaat aku mulai merasa lelah dengan likuliku itu,kumohon tarik aku ajak aku melewatinya lagi bersamamu. Kalaupun nantinya kita sudah sama sama tak sanggup,aku percaya dan aku yakin kekuatan cinta yang besar akanmelawan semua gegelombang. Cinta tau kemana ia harus pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar