Sudah banyak sekali bait kata yang terlontarkan disini. Yang kenyataanya dari setiap kata selalu tertuju padamu. Kamu selalu menjadi peran utama ,dan aku hanya mendapatkan peran figuran yang terkadang tak selalu dipandang.
Mereka hanya tau aku yang selalu memancing masalah. Tapi apa mereka tau umpannya berasal darimana? Mereka hanya bisa membaca isi judul satu persatu dan Mereka hanya memahami kalimat demi kalimat,tanpa mereka mengetahui real nya seperti apa.
Entah itu kata kata apalagi yang kubuat. Sebenarnya aku malu jika harus bertutur kata tentang kesedihan,lagilagi kegalauan. Seakan bersamamu tak ada kebahagiaan yang terbuat. Padahal,aku bahagia memilikimu. Hanyasaja banyak sekali arus deras yang taktau datangnya darimana yang selalu mencoba merenggut kebahagiaan itu.
Tapi faktanya,bertutur kata tentang kebahagiaan tak semudah bertutur kata tentang kesedihan. Banyak ribuan bahagia yang tak terungkap disini.
Malam ini masih seperti biasanya. Mendengarkan music melalui headset dan seketika banyak kata-kata terlintas yang harus kulontarkan disini,agar tidak bergejolak didalam dada.
Mungkin seharian ini kamu masih bertanya tanya mengapa aku seperti ini. Mengapa aku menjadi wanita kaku seperti baru mengenalmu. Menjadi wanita pendiam tidak seperti biasanya. Aku juga heran mengapa aku seperti ini. Tenang,aku tidak bermain api disini. Aku hanya mengikuti alur isi hatiku saja.
Semenjak kejadian kemarin,isi hati ini selalu mengarahkanku untuk bersikap seadanya dan bertingkah sewajarnya. Lalu,apa maksud dari semua itu? Terkadang aku masih bertanya tanya apa mau hati ini. Hati yang selama limabulan ini kau ikat,sekarang ia memberontak. Apa kau mengikatnya terlalu kencang sehingga ikatanmu menggoreskan luka? Dan sepertinya ia harus mengambil tindakan agar tetap utuh dan tak lagi rapuh.
Sejujurnya tak ada niatku untuk melukaimu. Bukan maksudku untuk menjauhimu. Tapi,aku cuma tak mau menjadi bebanmu lagi. Aku tidak akan lagi menjadi wanitamu yang manja dan rewel seperti biasanya. Tak kan lagi menjadi wanita yang selalu mengemis untuk diperhatikan. Karena aku tau kesibukanmu.
Aku belajar untuk mengerti keadaan,aku belajar untuk mencintai sewajarnya. Mencintaimu sekecil ujung kuku,walaupun sudah dipotong berkali kali akan tetap tumbuh.
Karena mencintai berlebihan pun akan selalu menimbulkan bencana. Seperti kerinduan yang selalu menghantui. Gara gara rindu kemarin ada goretan luka lagi dihati. Tapi tak apa,ia akan segera sembuh.
Banyak kejadian yang harus dijadikan pembelajaran. Mulai sekarang aku banyak belajar,termasuk belajar melawan rindu yang katanya ia sangat jahat sekali.
Rinduku akan terdamaikan secepatnya,karena aku sadar bahwa kita sangat dekat dan selalu dekat. Setiap malam kita tertidur dibawah langit yang sama. Lalu rindu itu akan musnah dengan sendirinya jika aku sudah berfikir seperti itu.
Semua yang kulakukan mungkin masih tidak terbiasa. Tapi suatu saat hal ini akan menjadi biasa. Kita akan sama sama terbiasa menjalaninya.
Kurasa aku telah didoktrin sama sesuatu yang berada didalam dada ini. Mau tidak mau aku harus mengikutinya,mungkin ini maksud yang terbaik.
Karena entah aku menjadi takut untuk mengenal cinta terlalu dalam. Takut ada luka baru lagi yang tega membasahi hati ini. Tapi aku percaya semua ini tak kan terjadi lagi. Aku percaya kamu akan melindungi hatiku seperti kamu melindungi hati ibumu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar