Selasa, 20 Oktober 2015

sisa kisah semalam

Rasa perih bekas semalam masih terasa. Ketika aku bangkit dari tempat tidurku,ku kira semuanya sudah biasa saja. Tapi nyatanya semua masih sama. Masih saja menyimpan luka. Ya luka yang mungkin kau fikir karena ulahku sendiri. Tapi apa kau pernah berfikir bahwa luka yang kurasa ini juga karenamu?
Egomu begitu tinggi untuk selalu menyalahkanku. Hingga kau tak pernah sadar akan semua kesalahanmu sendiri. Kau terlalu egois sayang,tapi kau selalu saja yang menganggap aku yang begitu keras kepala.

Aku sampai tak tau harus bagaimana lagi membuatmu paham,membuatmu mengerti perasaanku. Isi hati yang ingin sekali menjerit karena duri yang menusuknya begitu tajam,amat tajam.
Tapi percuma,kau tak akan pernah mengerti. Kau tak akan pernah paham. Kau selalu salahpaham. Dimatamu tetap aku yang salah,egoku yang terlalu tinggi.

 Jemariku gemetar mengetik diatas keyboard. Lagi dan lagi mataku kembali mendung. Ingin sekali aku menahan semua itu. Ingin sekali aku menyembuhkan lukaku sendiri. Tapi tetap,kamu selalu berlari difikiranku. Seakan kau menginginkanku untuk menyalahkan diriku sendiri. Tapi bisakah untuk kali ini kau hargai sedikit saja usahaku? Usahaku yang amat keras untuk menjadi yang kau mau. Menjadi yang lebih baik. Menjadi wanita kuat.
Tapi kamu sendiri yang meruntuhkan kekuatanku. Tiangku sendiri yang membuat diri ini jatuh lagi.

Kali ini aku hanya bisa terdiam,aku hanya bisa menangis dalam hati. Aku tak ingin lagi banyak bicara didepanmu. Tak ingin lagi mengeluarkan setitik air mata dihadapanmu.
Walaupun dimatamu aku terlihat egois mementingkan diriku sendiri tapi kau tak pernah mau melihat usahaku yang membuat semua kembali baik baik saja.
Kutau kamu sudah jera mendengarkan semuanya. Bahkan kamu sudah muak melihat kalimat  demi kalimat yang menjijikan ini. Yang dimatamu seakan aku membela diri.
Semoga kau senang dan kau tenang dengan keadaan yang menyebalkan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar