Rasanya aku ingin sekali menari diatas awan, melayang mengelilingi dunia yang begitu indah, lalu berteriak bahwa ku sangat bahagia memilikimu. Entah bahagia seperti apa, yang jelas semenjak ada kamu hidup ini berwarna.
Memang, didunia ini selalu saja ada yang lebih baik dari kamu, lebih gagah dari tubuhmu, lebih tampan dari wajahmu, lebih mapan, bahkan lebih dari segalanya dari apa yang kamu punya. Bahkan sebaliknya sayang, akan ada yang jauh lebih baik dariku. Tapi aku tidak pernah memperdulikan itu semua.
Dan apa kau tau? Semenjak kau hadir, aku memutuskan pencarianku berakhir.
Semenjak itu pula aku menganggap kau sebagai pemberhentian terakhir.
Walau sebenarnya aku tidak tau dan aku tidak pernah tau bagaimana kedepannya nanti, apakah pilihanku sama dengan pilihan-Nya?
Ya, aku selalu memanjatkan doa dan segala pintaku pada-Nya. Menyebut namamu didalam doaku dan membawamu disetiap langkahku. Sekali lagi, yang aku tau sampai detik ini hanya kau lah pria yang mampu membuatku ingin terus jatuh lebih dalam lagi. Bukan jatuh karena kesakitan, tapi jatuh menelusuri kasih sayangmu.
Kamu yang membuatku tetap bernafas dari dalamnya lautan, kamu yang membuatku terus tetap berlari dari tajamnya kerikil, kamu yang membuatku terus menaiki tingginya puncak gunung walau sebenarnya tubuh ini sudah lelah.
Kau penyemangatku. Karena sebelum ada kamu, aku tidak setegar ini, ku tidak sekuat ini.
Terimakasih untuk segalanya. Kau begitu sederhana. Dengan segala nasehatmu,dengan segala caramu bahkan dengan gretakanmu yang mampu membuatku seperti ini.
Kesederhanaanmu mampu membuatku menjadi wanita terbahagia.
Terimakasih kau telah memberiku ruang untuk menjadi bagian dari keluargamu.
Kau memberikanku sesosok ayah,ibu,dan adik-adik yang tentunya aku menyayangi mereka seperti keluargaku sendiri.
Terimakasih untuk bahagia yang kau beri. Terimakasih masih bersedia memilikiku sampai detik ini bahkan disaat keadaanku sedang berada dititik terlemah. Terimakasih masih memberiku ketenangan disaat hati ini sedang ricuh.
Tidak perduli bagaimana akhirnya nanti, bagiku kaulah semestaku, kaulah pria setelah ayah yang kebahagiannya akan terus kuperjuangkan.
Teruslah menjadi dirimu, begitupun aku.
Aku mencintaimu, terlalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar