Rabu, 14 Oktober 2015

malam ini

Sepi...sunyi...sendiri....
Kamar yang begitu gelap tanpa adanya cahaya lampu dan ditemani dengan iringan musik.
Tubuh yang terlentang diatas kasur dengan selimut yg cukup tebal, kurasa suda cukup sebagai perlengakapan ku malam ini.

Aku sangat menyukai situasi seperti ini ketika hati ini sedang ricuh.
Entah harus bagaimana aku mendeskrepsikan yg aku rasakan malam ini,
Mengetik diatas keyboard pun aku tak sanggup.

Maaf, jika wanita yg kamu sayangi ini menjadi lemah karna hampir terkalahkan oleh ombak ombak yang selalu saja menghampiri.

Kamu tau sayang? Kamu adalah tiang, yang menjadikan wanita bodoh ini berdiri lagi.
Seandainya kamu memberiku satu permintaan, hanya satu yg ku pinta malam ini,
Berada disini dengan pelukan yg erat dan aku janji aku tak kan izinkanmu untuk melepaskan pelukan itu.

Hujan dimata yg sering kamu tatap ini semakin deras, Pipi ini semakin basah krn tersiram olehnya.
Aku tau kamu amat membenci hal itu, tapi malam ini perempuan bodohmu tidak tahan untuk membendungnya lagi.


Iringan musik semakin lembut, lirik liriknyapun semakin menyentuh hati
Suasana yg amat  sepi sendiri dengan keadaan ruangan yg begitu sejuk.
Aku masih belum paham harus menceritakan isi hati ini seperti apalagi.
Kata kata bagaimana lagi yg harus aku beberkan.
Mengeluarkan satu katapun, hati ini sepertinya ingin menjerit.

Maaf sayang wanitamu yg kerdil ini tidak sekokoh wanitamu sebelumnya.
Saat ini aku hanya seperti wanita yg lugu yg hanya ingin membuatmu bahagia memilikiku.
Sungguh, aku tak mengerti kata kata seperti apalagi yg harus aku rangkai supaya kamu paham, bahwa aku sangat menyayangimu dan aku bahagia memilikimu sampe detik ini,aku harap kamu pun begitu.


Terimakasih selalu bertahan,mengalah dan memberi arah sampai detik ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar