Minggu, 18 Oktober 2015

merindukan sosokmu

Kamarku malam ini begitu sepi. Tak ada yang mendengarkan ceritaku,tidak ada yang melihat kekonyolanku. Berbaring ditempat tidur sendiri tanpa ditemani malaikatku seperti biasanya. Ya, sepi,sunyi dan entah mengapa aku merasakan kerinduan yang luar biasa malam ini.

Rindu? Ya aku amat merindukan dikala aku masih kanak-kanak.
Rasanya kebersamaan dengannya yg dulu ingin ku ulangi lagi.
Senyumnya canda tawanya ingin ku lihat lagi dari dirinya tanpa ada beban apapun.

Sungguh,aku ingin merasakan lagi rasanya jalan jalan berdua sepeti dulu.
Berada dipangkuannya ketika aku sedang menangis. Ditimang timang ketika aku sedang sakit.

Kau begitu hebat. Kau begitu kuat. Bahkan diriku tak kan mampu sepertimu.
Ribuan rintangan telah kau lewati dengan lapang dada. Dan sampai detik ini kau masih tetap bertahan,kau masih tetap berusaha untuk bangkit lagi. Aku bangga memilikimu,aku bahagia mempunyai malaikat sepertimu.

Banyak sekali perjuangan yang kau lakukan demi buah hatimu. Bahkan disaat tubuhmu mulai tak berdaya,Kau tak pernah menyerah dan kau tak pernah mengucapkan kata lelah.
Apapun akan kau lakukan demi kebahagiaan buah hatimu tanpa mengharapkan imbalan.

Maafkan putrimu yang tidak bisa menjadi wanita kuat sepertimu.
Yang selalu saja membuatmu kesal akan tingkah lakunya yang konyol.
Tapi Apakau tau? Selama ini hati putrimu menjerit melihat ketidak berdayaanmu.
Perih rasanya melihat sosok malaikat yang melahirkanku berteriak melawan rasa sakitnya.

Terkadang mereka yang tak merasakannya hanya melihat aku adalah buah hatimu yang amat manja. Manja akan segala hal. Mereka tak yakin bahwa aku bisa menjadi wanita mandiri layaknya mereka yang sudah lepas dari bangku sekolah. Yang mereka tau aku hanyalah wanita yang beranjak dewasa yang masih saja berada di himbauanmu.
Mereka tak pernah tau bagaimana aku merindukan sosokmu yang dulu,mereka tak pernah mengerti bagaimana rasanya jadi wanita seumuranku melihat malaikatnya tak berdaya.
Sejujurnya aku ingin sekali merasakan seperti mereka layaknya anak seumuranku tertawa lepas tanpa ada beban apapun. Tapi Tuhan berkata lain,tuhan mengajariku untuk belajar menjadi wanita yang kuat hingga seperti malaikatnya.

Tetap berada disini. Tetap berada disampingku. Dan aku mohon izinkan aku untuk membahagiakanmu. Disetiap waktu yang kupunya selalu terselip namamu dalam doaku.
Tetap menjadi malaikatku yang kuat. Aku percaya dan aku sangat percaya kita bisa seperti dulu lagi.






Cepat sembuh karena aku sangat menyayangimu, ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar