Mungkin memang benar hidup akan selalu ada perubahan. Kadang diatas kadang dibawah, kadang bahagia kadang terluka, kadang tertawa kadang menangis, kadang memberi kadang meminta.
Begitupun tentangmu...
Kau berubah tanpa kesadaranmu sendiri. Kau yang kukenal baik ternyata sama saja dengan yang lainnya. Sikapmu yang biasanya selalu mencoba memberiku bahagia dan memberiku tawa seketika berubah memberi sebuah luka. Luka yang teramat sakit.
Apa pantas cerita ini kubeberkan disini? Apa pantas aku mengungkapkan rasa sakit yang teramat sakit ini disini? Entah, aku sudah tak ada tempat untuk bersandar lagi. Tempat sandaranku kini udah pergi untuk selamanya. Lalu, dimana kamu yg seharusnya menjadi tempat pengganti sandaranku? Kini Kamu bukan orang yang dulu ku kenal. Kamu beda,kamu berubah. Bahkan kamu bukan lagi menjadi pengganti sandaranku.
Perubahanmu tak pernah ku ketahui bahkan tak pernah kamu sadari. Kau menyimpan rapih perubahanmu itu sehingga aku tak pernah tau,bahkan kamu. Semua kebohongan dan semua tipuan masih selalu tersimpan rapih di dalam hatimu yang busuk itu. Bahkan saat kau mengatakan,kau akan membuatu bahagia,ternyata itu adalah salah satu kebohongan besar yang telah kau rangkai.
Bukankah dulu kau selalu mengajariku banyak hal? Kau mengajariku akan artinya kesetiaan. Kau mengajariku akan sebuah kejujuran. Kau mengajariku akan artinya kedewasaan. Tapi apa? Apa itu semua pantas untuk aku banggakan lagi setelah semua bangkai itu mulai tercium baunya? Kamu sama saja dengan yang lainnya. Kebusukan yang kau lakukan selama ini sebenarnya membuatku muak setelah aku tau semuanya.
Hatimu itu terlalu tinggi,seharusnya aku berhenti disini. Kurcaci seperti ku tak pantas untuk menggapai hatimu. Seharusnya aku menyadari semua itu,maafkan aku yang selalu lupa diri siapa kamu dan siapa aku. Derajat kita jauh,aku bukan siapa siapa,sedangkan kamu? Dengan ketinggianmu,makanya dengan mudahnya kau memberi luka dihati yg selama ini kujaga.
Asal kau tau,hati ini selalu ku pegang erat. Tak kan mudah dan tak kan pernah mudah aku melepaskannya. Bahkan tak kan pernah sanggup melukai pasangan hati ini. Tapi ternyata sebaliknya. Kau sangat sanggup melukai pasangan hatimu sendiri.
Tetapi tak apa,semua akan ku jadikan pelajaran. Semua akan kujadikan pengalaman. Walaupun rasa sakit ini masih tersimpan rapih dan bahkan sulit sekali untuk melupakan segala hal kesalahanmu. Tapi,aku percaya perubahmu akan berbalik menjadi yg lebih baik. Aku bertahan disini meskipun luka ini terlalu dalam,maafku terbuka untukumu. Karena aku mencintaimu dengan ketulusan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar