Menikmati mimpi ketika tertidur dimalam hari, sangat menyenangkan. Serasa tak ada beban dihidup ini. Seakan aku akan merasakan bahagia selamanya, melayang layang kemana saja sesuka hati. Dan berharap kenyataan diesok hari akan seindah mimpi semalam.
Seperti biasa, sebelum tidur aku sangat hobi sekali mendengarkan musik melalui headset sampai ku tak tau lagi dimana alunan musiknya sampai ku tertidur pulas. Bunga tidur semalam sangat susah dilupakan,karena terlalu indah. Ketika ku bangun dari tidurku,ternyata kenyataan tak seindah mimpi.
Tarikan nafas yang terlalu dalam membuat sesuatu yang berada didalam dada ini sangat sakit. Hmmmm,lagi lagi tentang kesakitan. Entah siapa yang terlalu sakit,aku atau kamu? Kamu karena ulahku atau aku karena sifatmu? Memang,semuanya susah ditebak.
Apalagi yang harus kuceritakan disini, sedangkan aku tak tau lagi kata kata seperti apa yang harus kurangkai. Aku tak mau lagi ada salah kata sehingga membuatmu salah paham. Aku bingung,lagilagi semuanya menjadi kacau. Seperti debu yang tertiup angin sehingga berterbangan entah kemana.
Peluk aku...... Karena hanya pelukanmu yang bisa mengembalikan ketenangan. Hanya jemarimu yang bisa menghentikan hujan dimata ini. Tapi apa bisa? Sedangkan semua ini adalah karenamu.
Kau pernah mengajariku sebuah kesetiaan bukan? Kau pernah mengajariku juga tentang kepercayaan. Tapi kenapa kau sendiri yang lemah akan hal itu? Kamu sendiri yang memintaku untuk percaya dan tetap jaga hati untukmu. Lagi lagi, mengapa kamu sendiri yang tidak memahani arti kepercayaan? Otakmu selalu saja di racuni dengan pikiran negatif. Percayalah sayang,aku bukan wanita yang bejat yang brengsek yang suka berkeliaran disana sini. Aku hanya wanitamu yang lugu dan teramat bodoh,sangat bodoh. Tidak mungkin wanita lugu dan bodoh ini akan bermain main dibelakangmu. Sering ku katakan,semua itu tidak akan mungkin.
Ketika kau sibuk dengan urusanmu,aku tidak pernah menyibuk kan diri dengan seseorang yang lain. Aku tidak pernah berfikir bahwa kau akan melukaiku,tidak. Aku percaya dan selalu percaya bahwa kamu akan tetap bersamaku. Kuharap kau bisa seperti itu
Aku tak bisa berbicara lagi,aku tak bisa merangkai kata lagi sehingga membuatmu paham.
Aku tak akan melukaimu,percayalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar