Aku masih menulis tentangmu. Aku masih merangkai katakata sehingga terlihat indah untukmu. Lagi lagi kamu. Lelaki yang bersifat arogan yang terkadang sangat humoris. Entah julukan seperti apa yang pantas untukmu. Dan mungkin kali ini aku akan bercerita di ruangan yang sama tetapi disudut yang berbeda.
Seringkali hubungan ini bergonjang ganjing seperti gempa yang akan menghancurkan bumi. Banyak sekali titik masalah kecil yang menjadi besar karena ulah dan sifat kita. Mungkin ini yang namanya cobaan hubungan,yang katanya semakin lama cobaan akan srmakin besar. Tetapi dibalik itu semua,dibalik aroganmu aku sangat melihat ketulusan dan kesungguhan kasih sayang yang kauberi. Disaat peperangan dimulai,kau memang seperti lelaki yang amat menjengkelkan yang selalu saja membuatku ingin berlari kencang karena mendengar celotehanmu yang seperti duri.
Akan tetapi kutau maksud dari amarahmu. Kau hanya ingin aku menjadi yang terbaik dan lebih memahami arti kedewasaan. Hanyasaja ku akui,aku yang sangat keras kepala untuk dibimbing olehmu,kuakui itu.
Banyak yang harus ku pamerkan tentangmu.
Disaat semuanya baik baik saja,disaat semua masalah sudah selesai,aku mulai nerasakan keberuntungan memiliki sosok lelaki sepertimu. Walaupun arogan,aku selalu melihat sisi positif yang kamu punya. Aku bahagia memilikimu sayang. Aku merasa keberuntungan dipihakku. Aku tidak pernah menyesal mengenalmu bahkan mencintaimu sampai detik ini.
Ku harap kau juga merasakan sepertiku.
Kau penenangku sayang,kau orangtua ku yang slalu mengarahkanku kejalan yang benar. Kau jagoanku yang selalu melindungiku. Kau guruku yang selalu mengajari artinya kehidupan. Kau sahabatku yang slalu menjadi tempat berbagi cerita. Kau temanku yang selalu terima tingkah canda konyolku. Bahkan kau bisa menjadi musuhku yang sangat ku benci. -Kau seperti power ranger yang bisa berubah ubah.
Banyak sekali cobaan yang sudah kita lalui,aku sangat berharap sekali kita bisa melewati semuanya. Karena kamu akan ku jadikan tempat pemberhentian terakhir. Tak akan lagi aku mencari cari ketenangan lain diluar sana,karena aku sudah terlalalu bahagia memilikimu.
Tetap berada disini sayang,disampingku. Karena aku tidak akan bisa berdiri bila semua itu tanpamu. Kau bukan beban untukku,kau lelaki yang luar biasa hebat menghadapi perempuan bocah sepertiku. Aku bersyukur sayang.
Tetaplah disini berjuang bersama,menyatukan visi misi yang sama.
Kamis, 19 November 2015
Selasa, 17 November 2015
perasaanku kacau
Aku benci malam ini. Aku benciiiiiiiiiiiiiii sungguh aku sangat benci.
Perkataanmu yang begitu tajam membuat seluruh badan ini terasa kaku,igin sekali ku menjerit kesakitan.
kau tau rasanya menahan tetesan air mata didepan banyak orang? Ini hal bodoh,ini situasi bodoh,aku sangat benci.
Memang aku wanita yang paling terburuk yang pernah kamu milikki. Aku akui sifatku yang begitu menjengkelkan mebuat kau muak disetiap harinya.
apa aku masih pantas untuk tetap disisimu? Apa aku masih pantas untuk tetap berjuang bersamamu meraih masa depan? Sedangkan tadi kau bilang bahwa aku "bukan penyemangatmu lagi,bukan penghiburmu lagi,bukan penenangmu lagi" melainkan " aku adalah beban untukmu saat ini".
Maafkan aku sayang,lagilagi aku tak bisa jadi yang kau mau:')
Dari perkataanmu barusan,apa kamu memikirkan kondisiku? Apa kamu memikirkan perasaanku karena perkataanmu yang begitu tajam? Jelas tidak kan? Kamu pasti hanya memikirkan kesalahanku.
aku sengaja mematikan handphone bukan berarti kabur dari situasi berapi ini,tapi aku tak tau harus menjerit seperti apalagi membaca kata kata mu yang sangat nyelekit dihati.
Sayang,asal kau tau. Disini,detik ini,batinku sakit sekaliiiiiiii,air mataku keluar sangat derassssss tak seperti biasanya,aku harus mengahapusnya sendiri,aju harus merasakan perih ini sendiri lagi.
Maaf . Lagi lagi kata maaf yang mungkin bisa ku lontarkan. Dengan banyak kesalahanku,dengan banyak kekecewaanku,aku minta maaf atas semuanya. Aku hanya perempuan lugu bahkan buruk rupa yang hanya bisa membebanimu.
kau pantas sayang mendapatkan yang super lebih segalanya dariku.
apa aku bisa merelakanmu bersama yang lainnya? Apa lagilagi aku harus menjadi perempuan tolol yang munafik yang dengan gampangnya berkata " aku ikhlas,asal kamu bahagia" itu tololllllll sekali.
Sejujurnya hati ini tidak rela melihatmu bersama yang lain.
bantu aku sayang,peluk aku........hapus air mata ini.......aku tidak tahan,aku lemah sekali malan ini. Tak sanggup lagi aku bertutur kata membalas katakatamu itu. Oh Tuhan tenangkan lah hati ini:")
Aku menyayangimu,aku menyayangimu,aku menyayangimu:"""""""""
Perkataanmu yang begitu tajam membuat seluruh badan ini terasa kaku,igin sekali ku menjerit kesakitan.
kau tau rasanya menahan tetesan air mata didepan banyak orang? Ini hal bodoh,ini situasi bodoh,aku sangat benci.
Memang aku wanita yang paling terburuk yang pernah kamu milikki. Aku akui sifatku yang begitu menjengkelkan mebuat kau muak disetiap harinya.
apa aku masih pantas untuk tetap disisimu? Apa aku masih pantas untuk tetap berjuang bersamamu meraih masa depan? Sedangkan tadi kau bilang bahwa aku "bukan penyemangatmu lagi,bukan penghiburmu lagi,bukan penenangmu lagi" melainkan " aku adalah beban untukmu saat ini".
Maafkan aku sayang,lagilagi aku tak bisa jadi yang kau mau:')
Dari perkataanmu barusan,apa kamu memikirkan kondisiku? Apa kamu memikirkan perasaanku karena perkataanmu yang begitu tajam? Jelas tidak kan? Kamu pasti hanya memikirkan kesalahanku.
aku sengaja mematikan handphone bukan berarti kabur dari situasi berapi ini,tapi aku tak tau harus menjerit seperti apalagi membaca kata kata mu yang sangat nyelekit dihati.
Sayang,asal kau tau. Disini,detik ini,batinku sakit sekaliiiiiiii,air mataku keluar sangat derassssss tak seperti biasanya,aku harus mengahapusnya sendiri,aju harus merasakan perih ini sendiri lagi.
Maaf . Lagi lagi kata maaf yang mungkin bisa ku lontarkan. Dengan banyak kesalahanku,dengan banyak kekecewaanku,aku minta maaf atas semuanya. Aku hanya perempuan lugu bahkan buruk rupa yang hanya bisa membebanimu.
kau pantas sayang mendapatkan yang super lebih segalanya dariku.
apa aku bisa merelakanmu bersama yang lainnya? Apa lagilagi aku harus menjadi perempuan tolol yang munafik yang dengan gampangnya berkata " aku ikhlas,asal kamu bahagia" itu tololllllll sekali.
Sejujurnya hati ini tidak rela melihatmu bersama yang lain.
bantu aku sayang,peluk aku........hapus air mata ini.......aku tidak tahan,aku lemah sekali malan ini. Tak sanggup lagi aku bertutur kata membalas katakatamu itu. Oh Tuhan tenangkan lah hati ini:")
Aku menyayangimu,aku menyayangimu,aku menyayangimu:"""""""""
Minggu, 08 November 2015
janjimu,mengecewakan.
Dengan siapa aku harus bercerita malam ini? Dengan siapa aku harus mengadu tentang masalah yang ada? Dengan siapa aku harus mencurahkan isi hati ketika hati ini sedang gak karuan? Dengan siapa aku harus bersandar ketika diri ini sudah lelah untuk menghadapinya? Dengan siapa aku harus mencari pelukan ketika aku sedang butuh ketenangan? Dan siapa yang akan menghentikan hujan di mata ini? Siapa?
Kamu,tempatku segalanya sekarang berubah. Kini aku hanya bisa mencurahkan semuanya disini. Dengan rangkaian kata seadanya dan ditemani iringan musik yang kudengar lewat headset,ku harap kamu membacanya dan paham tentang apa yang kurasakan karena ulahmu.
Selalu saja,lagi lagi kubercerita tentang kesedihan. Apa ini yang selalu kurasakan?sebenarnya ku bahagia memilikimu,tapi kenapa lagilagi kau membiarkan wanita bodohmu ini merasakan tangisnya sendiri? Kau hobi sekali membuat mata ini hujan tanpa ada tanggung jawabmu. Apa malam ini kamu tak ada niat untuk mencerahkanya? Apa kamu belum puas membuat wanita bodohmu ini selalu menjerit?
masalah tadi pagi yang sebenarnya sepele malah menjadi tak berujung. Dan sampai akhirnya aku sendiri yang harus mengemis maaf karena kesalahanmu. Aku memang wanita bodohmu,tapi aku mempunyai hati yang sangat mudah untuk dipatahkan ketika sesorang yang disayanginya malah mengecewakan. Aku lemah,ya aku sangat lemah oleh cinta.
Seharian perdebatan kita tak kunjung selesai. Egomu lagilagi membuat hati ini rapuh. Sikapmu yang seakan tak mau kalah membuatku jera. Apa ini yang kau mau? Apa ini yang membuatmu bahagia? Aku terima sayang,kebahagiaanmu kebahagiaanku juga.
Malam ini aku masih merasakan kekecewaan. Mataku masih mengeluarkan rintikan hujan.
Sadarlah,semua ini karena ulahmu. Janji yang tak bisa kau tepati membuatku sangat kecewa. Aku punya hati,bukan untuk dibuat terbang lalu dijatuhi berkali kali. Jangan mengucapkan janji jika sekiranya tidak bisa ditepati. Jangan selalu mengeluarkan kata manis jika nantinya akan menyakiti.
Amarahku tak kan membuatmu berusaha untuk menetralkan keadaan. Justru sikapmu malah membuat semuanya makin runyam. Bahkan sampai detik ini kau tak berusaha untuk membuatku tersenyum lagi. Selalu saja kau merampas senyumku. Selalu saja aku yang berjuang sendiri untuk mengubah keadaan.
Hatimu beku. Susah sekali untuk dicairkan. Entah kau menganggapku ada atau tidak. Atau aku hanya dijadikan wanita sesaat? Entahlah,aku yakin kau tak kan seperti itu.
Usahaku sedari sore tadi tak ada artinya. Kemarahanmu karena kesalahanmu membuat hatimu sangat beku. Dengan cara apalagi aku harus meluluhkannmu?
Apa kau memikirkan perasaanku? Apa kau memikirkan kondisiku? Apa kau memikirkan hatiku? Asal kau tau,semuanya menjadi buruk. Tapi apa kau peduli? Ku meneteskan air mata saja kau takan menghapusnya lagi. Hatiku menjerit saja kau tak kan menenangkan lagi. Kau tak ada disini,padahal detik ini aku sangat membutuhkanmu.
Kamu,tempatku segalanya sekarang berubah. Kini aku hanya bisa mencurahkan semuanya disini. Dengan rangkaian kata seadanya dan ditemani iringan musik yang kudengar lewat headset,ku harap kamu membacanya dan paham tentang apa yang kurasakan karena ulahmu.
Selalu saja,lagi lagi kubercerita tentang kesedihan. Apa ini yang selalu kurasakan?sebenarnya ku bahagia memilikimu,tapi kenapa lagilagi kau membiarkan wanita bodohmu ini merasakan tangisnya sendiri? Kau hobi sekali membuat mata ini hujan tanpa ada tanggung jawabmu. Apa malam ini kamu tak ada niat untuk mencerahkanya? Apa kamu belum puas membuat wanita bodohmu ini selalu menjerit?
masalah tadi pagi yang sebenarnya sepele malah menjadi tak berujung. Dan sampai akhirnya aku sendiri yang harus mengemis maaf karena kesalahanmu. Aku memang wanita bodohmu,tapi aku mempunyai hati yang sangat mudah untuk dipatahkan ketika sesorang yang disayanginya malah mengecewakan. Aku lemah,ya aku sangat lemah oleh cinta.
Seharian perdebatan kita tak kunjung selesai. Egomu lagilagi membuat hati ini rapuh. Sikapmu yang seakan tak mau kalah membuatku jera. Apa ini yang kau mau? Apa ini yang membuatmu bahagia? Aku terima sayang,kebahagiaanmu kebahagiaanku juga.
Malam ini aku masih merasakan kekecewaan. Mataku masih mengeluarkan rintikan hujan.
Sadarlah,semua ini karena ulahmu. Janji yang tak bisa kau tepati membuatku sangat kecewa. Aku punya hati,bukan untuk dibuat terbang lalu dijatuhi berkali kali. Jangan mengucapkan janji jika sekiranya tidak bisa ditepati. Jangan selalu mengeluarkan kata manis jika nantinya akan menyakiti.
Amarahku tak kan membuatmu berusaha untuk menetralkan keadaan. Justru sikapmu malah membuat semuanya makin runyam. Bahkan sampai detik ini kau tak berusaha untuk membuatku tersenyum lagi. Selalu saja kau merampas senyumku. Selalu saja aku yang berjuang sendiri untuk mengubah keadaan.
Hatimu beku. Susah sekali untuk dicairkan. Entah kau menganggapku ada atau tidak. Atau aku hanya dijadikan wanita sesaat? Entahlah,aku yakin kau tak kan seperti itu.
Usahaku sedari sore tadi tak ada artinya. Kemarahanmu karena kesalahanmu membuat hatimu sangat beku. Dengan cara apalagi aku harus meluluhkannmu?
Apa kau memikirkan perasaanku? Apa kau memikirkan kondisiku? Apa kau memikirkan hatiku? Asal kau tau,semuanya menjadi buruk. Tapi apa kau peduli? Ku meneteskan air mata saja kau takan menghapusnya lagi. Hatiku menjerit saja kau tak kan menenangkan lagi. Kau tak ada disini,padahal detik ini aku sangat membutuhkanmu.
Rabu, 04 November 2015
aku tak kan melukaimu,percayalah
Menikmati mimpi ketika tertidur dimalam hari, sangat menyenangkan. Serasa tak ada beban dihidup ini. Seakan aku akan merasakan bahagia selamanya, melayang layang kemana saja sesuka hati. Dan berharap kenyataan diesok hari akan seindah mimpi semalam.
Seperti biasa, sebelum tidur aku sangat hobi sekali mendengarkan musik melalui headset sampai ku tak tau lagi dimana alunan musiknya sampai ku tertidur pulas. Bunga tidur semalam sangat susah dilupakan,karena terlalu indah. Ketika ku bangun dari tidurku,ternyata kenyataan tak seindah mimpi.
Tarikan nafas yang terlalu dalam membuat sesuatu yang berada didalam dada ini sangat sakit. Hmmmm,lagi lagi tentang kesakitan. Entah siapa yang terlalu sakit,aku atau kamu? Kamu karena ulahku atau aku karena sifatmu? Memang,semuanya susah ditebak.
Apalagi yang harus kuceritakan disini, sedangkan aku tak tau lagi kata kata seperti apa yang harus kurangkai. Aku tak mau lagi ada salah kata sehingga membuatmu salah paham. Aku bingung,lagilagi semuanya menjadi kacau. Seperti debu yang tertiup angin sehingga berterbangan entah kemana.
Peluk aku...... Karena hanya pelukanmu yang bisa mengembalikan ketenangan. Hanya jemarimu yang bisa menghentikan hujan dimata ini. Tapi apa bisa? Sedangkan semua ini adalah karenamu.
Kau pernah mengajariku sebuah kesetiaan bukan? Kau pernah mengajariku juga tentang kepercayaan. Tapi kenapa kau sendiri yang lemah akan hal itu? Kamu sendiri yang memintaku untuk percaya dan tetap jaga hati untukmu. Lagi lagi, mengapa kamu sendiri yang tidak memahani arti kepercayaan? Otakmu selalu saja di racuni dengan pikiran negatif. Percayalah sayang,aku bukan wanita yang bejat yang brengsek yang suka berkeliaran disana sini. Aku hanya wanitamu yang lugu dan teramat bodoh,sangat bodoh. Tidak mungkin wanita lugu dan bodoh ini akan bermain main dibelakangmu. Sering ku katakan,semua itu tidak akan mungkin.
Ketika kau sibuk dengan urusanmu,aku tidak pernah menyibuk kan diri dengan seseorang yang lain. Aku tidak pernah berfikir bahwa kau akan melukaiku,tidak. Aku percaya dan selalu percaya bahwa kamu akan tetap bersamaku. Kuharap kau bisa seperti itu
Aku tak bisa berbicara lagi,aku tak bisa merangkai kata lagi sehingga membuatmu paham.
Aku tak akan melukaimu,percayalah.
Seperti biasa, sebelum tidur aku sangat hobi sekali mendengarkan musik melalui headset sampai ku tak tau lagi dimana alunan musiknya sampai ku tertidur pulas. Bunga tidur semalam sangat susah dilupakan,karena terlalu indah. Ketika ku bangun dari tidurku,ternyata kenyataan tak seindah mimpi.
Tarikan nafas yang terlalu dalam membuat sesuatu yang berada didalam dada ini sangat sakit. Hmmmm,lagi lagi tentang kesakitan. Entah siapa yang terlalu sakit,aku atau kamu? Kamu karena ulahku atau aku karena sifatmu? Memang,semuanya susah ditebak.
Apalagi yang harus kuceritakan disini, sedangkan aku tak tau lagi kata kata seperti apa yang harus kurangkai. Aku tak mau lagi ada salah kata sehingga membuatmu salah paham. Aku bingung,lagilagi semuanya menjadi kacau. Seperti debu yang tertiup angin sehingga berterbangan entah kemana.
Peluk aku...... Karena hanya pelukanmu yang bisa mengembalikan ketenangan. Hanya jemarimu yang bisa menghentikan hujan dimata ini. Tapi apa bisa? Sedangkan semua ini adalah karenamu.
Kau pernah mengajariku sebuah kesetiaan bukan? Kau pernah mengajariku juga tentang kepercayaan. Tapi kenapa kau sendiri yang lemah akan hal itu? Kamu sendiri yang memintaku untuk percaya dan tetap jaga hati untukmu. Lagi lagi, mengapa kamu sendiri yang tidak memahani arti kepercayaan? Otakmu selalu saja di racuni dengan pikiran negatif. Percayalah sayang,aku bukan wanita yang bejat yang brengsek yang suka berkeliaran disana sini. Aku hanya wanitamu yang lugu dan teramat bodoh,sangat bodoh. Tidak mungkin wanita lugu dan bodoh ini akan bermain main dibelakangmu. Sering ku katakan,semua itu tidak akan mungkin.
Ketika kau sibuk dengan urusanmu,aku tidak pernah menyibuk kan diri dengan seseorang yang lain. Aku tidak pernah berfikir bahwa kau akan melukaiku,tidak. Aku percaya dan selalu percaya bahwa kamu akan tetap bersamaku. Kuharap kau bisa seperti itu
Aku tak bisa berbicara lagi,aku tak bisa merangkai kata lagi sehingga membuatmu paham.
Aku tak akan melukaimu,percayalah.
Langganan:
Komentar (Atom)