Minggu, 14 Agustus 2016

Setelah sebulan berpisah

Disini harusku adukan lagi. Lagi lagi kuharus mengadukan semuanya disini. Ditempat yang menurutku paling aman untuk kamu mengetahui tentang perasaanku,tanpa kita harus adu mulut dan saling emosi.

Setelah satu bulan kita berpisah,apa kau pernah sedikit menengok hatiku? Hatiku yang awalnya rapuh sampai akhirnya kini bisa menjadi seperti baja. Kamu yang pernah kupertahankan sekuat hati,tapi selalu menyakiti. Tapi aku kesal,kenapa aku tidak bisa sedikit membencimu? Setelah yang kau lakukan selama ini,aku sama sekali tidak bisa melupakanmu apalagi membencimu. Entah Tuhan menciptakan hatiku seperti apa.

Apa kau ingat pengorbananku setelah kita berpisah? Ku seperti orang bodoh yang mempertahankan kita sendirian. Ku merasa seperti perempuan lemah yang rela disakiti lelaki yang sama sekali tidak pernah menengok hatiku lagi. Dan setelah yang kukorbankan semuanya untukmu,bisa bisanya kau masih memaki maki. Dimana letak akal sehatmu sayang? Sampai kau buta,bahwa disini ada perempuan yang begitu mencintaimu dengan ketulusan.

Dan akhirnya,semua terbongkar. Semua  bangkai yang kau simpan tercium baunya. Tuhan itu adil. Tuhan memihakku. Saat kau lebih memilih wanita lain dan mengabaikanku,Tuhan disini bersamaku dan merangkulku.

Kau begitu kejam saat itu,kau lebih peduli wanita lain dan keluarganya dibanding aku dan keluargaku yang dari dulu begitu tulusnya menyayangimu. Kau bodoh sayang,kau lelaki teramat bodoh. Ingin sekali ku memakimu dan memberimu tamparan supaya kau sadar akan kekeliruanmu yang begitu menjijikan.

Sudah puaskah? Dengan sandiwara dan kebohonganmu,apa kau sudah puas membuat hati ini mati? Mana tanggung jawabmu sayang? Mana tanggung jawabmu terhadapku dan keluargaku bahkan terhadap alm.ibuku? Mana sayang? Mana sosok lelaki yang kukenal dulu yang selalu tegas terhadap masalah yg dihadapinya? Ku ingin kau yang dulu. Tapi kini,kau berubah. Kau lebih memilih menyibukan diri mencari perhatian keluarga wanita itu dibanding menyelesaikan masalah denganku dan keluargaku.

Tapi,aku dan keluargaku tidak akan pernah membencimu. Kita akan selalu memaafkanmu. Tapi kumohon dan sangan berharap,ubahlah sifatmu menjadi lebih baik dan tambah baik. Sadar,jangan pernah kau siakan seseorang yang tulus demi yang hanya sekedar. Kuharap kau tidak menemui penyesalan didepan. Aku pergi sayang,jika kau ingin mampir kerumahku,silahkan. Akan kubuka pintu ini lebar-lebar untukmu masuk. Tapi maaf,rumahku kini bukan jadi rumah kita. Kita sudah tenggelam dan entah kapan kita akan bangkit lagi,itu semua tergantung pembuktianmu kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar