Sebenarnya aku bingung harus menulis apa disini. Hingga berkali-kali aku mengetik dan ku hapus lagi. Lagi dan lagi,begitu terus. Karena banyak sekali yang ingin ku beberkan disini,banyak yang kebendung hingga tak bisa diungkap dengan kata-kata. Kau harus tau,menulis kata supaya menjadi indah tak semudah kau menaruh luka. Kau bisa segampang membuat luka,tapi untuk membersihkannya sangat teramat sulit,apalagi jika ku harus membersihkannya sendirian.
Kau ingat kesalahanmu yang lalu? Kau ingat semua kebohongan yan telah kau perbuat kala itu? Apa aku harus membahasnya lagi? Sebenarnya ku tak ingin,sama sekali tak ingin mengingatnya lagi. Tapi selalu saja sepintas pikiran ini mengingatkan. Itu bukan hal yang seharusnya ku kenang,bahkan tentangmu seharusnya sudah ku lupakan. Tapi nyatanya sayangku lebih besar daripada benciku. Aku tidak bisa membencimu. Entah mengapa akupun tak tau. Itu sebabnya aku bisa menerima dengan senang hati ketika kau kembali menyapaku dan memperhatikanku lagi seperti dulu.
Aneh memang,yang biasanya kita memperhatikan dengan kata sayang tetapi kini hanya dengan menyebut nama. Mungkin ini adalah proses yang telah dberikan waktu untuk aku dan kamu supaya menjadi kita lagi. Jalanin saja,meskipun ku akui,hati dan fikiranku selalu beradu argument tentangmu. Asal kau tau fikiranku tak menerima kau kembali,logika berkata kamu sudah keterlaluan. Tetapi ketulusan hati ini masih ingin menunggu kau pulang. Hatiku selalu berkata kau adalah rumahku dan aku adalah rumahmu. Hati kecil ini selalu berbisik kita pasti bisa berubah untuk menuju lebih baik. Dan akhirnya hatiku membuka pintu lebar-lebar untuk kau masuk dan menetap.
Pesan untukmu:
Jika nanti kau sudah yakin bahwa aku adalah rumahmu,tolong jaga rumah ini baik-baik. Kita rapihkan bersama,kita bangun bersama agar kembali menjadi kokoh seperti dulu. Tolong,jangan menaruh luka lagi. Jangan membohongiku seperti waktu itu. Aku memang bukan wanita yang sempurna,bahkan jauh dari kata sempurna,tapi aku wanita yang bisa menerima kekuranganmu bahkan segala keburukanmu,sebab sayangku begitu tulus. Dan akupun akan berubah menjadi lebih baik untuk diriku sendiri dan untuk kita. Semoga kau juga akan begitu. Satu hal,aku tak ingin dikasihani olehmu. Karena dengan tanpa ibuku didunia,bukan berarti kau harus mengasihaniku. Jika nanti kau kembali karena kasihan,maaf aku harus pergi dari kehidupanmu. Karena kau harus tau,masih banyak sesorang diluar sana yang tidak memiliki kedua orang tua dan harus mencari pangan sendiri. Banyak yang harus dikasihani dibanding kehidupanku. Aku masih harus bersyukur,karena aku masih memiliki satu orang tua dan aku masih memiliki keluarga yang teramat mencintaiku. Dan aku mohon padamu,aku sudah tak ingin bermain-main lagi,aku lelah. Aku tak ingin membuang-buang waktu untuk hal yang merugikan diriku sendiri. Jika kau benar mencintaiku,aku hanya ingin jaga kita. Akupun akan begitu. Tolong kita sama-sama saling membahagiakan seperti diawal kita menjalin hubungan. Lupakan segala luka,lupakan rasa kecewa. Kita pasti menang,karena aku mencintaimu,terlalu.