Kenapa kamu sekarang? Kenapa kamu berubah menjadi seseorang yang amat tega? Dimana kamu yang dulu? Dimana kamu yang dulu yang selalu menjadi pria penyayang?aku rindu. Aku rindu denganmu. Aku rindu segala tentangmu. Perhatianmu,pedulimu,kekonyolanmu,tingkahmu,aku rindu akan hal semua itu.
Sayang.......aku rindu kamu.
Malam ini aku menjadi sosok wanita yang amat rapuh. Banyak cobaan yang harus kuhadapi saat ini. Dan aku harus melewatinya tanpamu. Kau tau bukan keadaan dirumahku seperti apa? Tak ada yang merangkulku disini. Tak ada yang menenangkan ku lagi disini. Sedangkan kau amat tahu bahwa malaikatku sudah pergi untuk selamanya,tetapi kenapa kau harus ikut pergi juga?
Sayang.....bukankah kamu pernah berjanji untuk tetap selalu tinggal meski badai semakin besar? Bukankah kamu pernah berjanji untuk menjaga ku dan menikahkanku kelak? Bukankah kau akan selalu menjadi air ketika aku sedang menjadi api? Lalu,dimana semua janji itu. Dimana semua omonganmu yang selalu membuatku yakin bahwa kau adalah pria yang dikirimkan Tuhan untukku. Bahkan dengan mudahnya kau melupakan janji-janji mu itu. Bukankah lelaki sejati yang selalu dipegang adalah omongan dan janjinya?
Kamu hanya tau aku yang meninggalkanmu. Tapi apa kamu tau betapa sakitnya aku memutuskan semua itu? Aku menyesal. Aku mendari kesalahanku saat itu. Tapi,kenap kau tidak memberikan uluran tanganmu lagi waktu itu? Bukankah kamu pernah berjanji akan menjadi air ketika aku sedang menjadi api?
Dimana semua janji-janjimu? Dimana semua tanggung jawabmu?
Aku selalu mengakui kesalahanku. Bahkan aku selalu berusaha untuk memperbaiki semuanya. Tapi segampang itukah kau mengatakan bahwa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Semudah itu kau berbicara bahwa kau sudah memiliki kekasih baru? Dimana perasaanmu? Dimana nalar mu? Aku mencintaimu tulus disini. Aku menunggumu pulang. Dan aku berusaha untuk menjadi seseorang yang kamu banggakan. Tetatpi,apa semua usahaku sudah tak ada arti lagi dimatamu? Apa nama ku sudah tak ada lagi dibenakmu? Apa tentangku sudah tak ada lagi dihatimu?
Coba kau ingat perlahan tentang kita. Tentang kita yang tidak sebentar. Setahun. Itu waktu yang mempunyai banyak cerita. Apa kamu bisa melupakannya dan membuangnya begitu saja? Tapi maaf,aku tak bisa sepertimu. Semua akan kusimpan rapih diingatanku bahkan janjimu akan selalu ku ingat.
Ingatkah disaat kau sedang berada dititik terlemah? Aku mencoba untuk menguatkanmu,aku coba untuk membangkitkanmu. Ingatkah disaat kau sedang dalam keadaan kesusahan? Aku tetap disini,aku dismpingmu,aku menenangkanmu. Ingatkah ketika kau sedang muak dengan dunia lalu kau memaki ku layaknya binatang? Aku diam,aku tidak membantah,dan aku masih ada untukmu. Apa aku banyak menuntutmu sayang?
Fikirkan sejenak. Aku menerimamu apa adanya kekuranganmu. Aku mencoba selalu mengerti keadaanmu. Meskipun kau bilang kita sama-sama egois,tapi aku pernah mencoba mengalah untukmu. Tolong ingat sebentar keindahan hubungan kita. Ingatlah sedikit kebaikanku. Aku tidak pernah meminta kau untuk menjadi seperti mereka yang selalu memberikan ku ini dan itu. Aku tidak pernah menuntutmu banyak sayang.
Kamu harus tau,aku disini menunggumu. Meski kau beberapa kali coba mematikan hatiku,aku tak kan jera. Aku akan tetap disini. Aku akan tetap menjaga sangkar ini yabg sudah terlihat kotor.
Cepat pulang sayang,aku menunggu di dalam sangkar ini sendirian. Dan aku sangat mengharpkan kau untuk pulang. Dan kita bersihkan bersama sangkar ini agar terlihat indah lagi. Jangan lama-lama perginya. Aku akan selalu menunggumu pulang.
Ingat......
Aku menunggumu pulang......
Kamu hanya tau aku yang meninggalkanmu. Tapi apa kamu tau betapa sakitnya aku memutuskan semua itu? Aku menyesal. Aku mendari kesalahanku saat itu. Tapi,kenap kau tidak memberikan uluran tanganmu lagi waktu itu? Bukankah kamu pernah berjanji akan menjadi air ketika aku sedang menjadi api?
Dimana semua janji-janjimu? Dimana semua tanggung jawabmu?
Aku selalu mengakui kesalahanku. Bahkan aku selalu berusaha untuk memperbaiki semuanya. Tapi segampang itukah kau mengatakan bahwa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Semudah itu kau berbicara bahwa kau sudah memiliki kekasih baru? Dimana perasaanmu? Dimana nalar mu? Aku mencintaimu tulus disini. Aku menunggumu pulang. Dan aku berusaha untuk menjadi seseorang yang kamu banggakan. Tetatpi,apa semua usahaku sudah tak ada arti lagi dimatamu? Apa nama ku sudah tak ada lagi dibenakmu? Apa tentangku sudah tak ada lagi dihatimu?
Coba kau ingat perlahan tentang kita. Tentang kita yang tidak sebentar. Setahun. Itu waktu yang mempunyai banyak cerita. Apa kamu bisa melupakannya dan membuangnya begitu saja? Tapi maaf,aku tak bisa sepertimu. Semua akan kusimpan rapih diingatanku bahkan janjimu akan selalu ku ingat.
Ingatkah disaat kau sedang berada dititik terlemah? Aku mencoba untuk menguatkanmu,aku coba untuk membangkitkanmu. Ingatkah disaat kau sedang dalam keadaan kesusahan? Aku tetap disini,aku dismpingmu,aku menenangkanmu. Ingatkah ketika kau sedang muak dengan dunia lalu kau memaki ku layaknya binatang? Aku diam,aku tidak membantah,dan aku masih ada untukmu. Apa aku banyak menuntutmu sayang?
Fikirkan sejenak. Aku menerimamu apa adanya kekuranganmu. Aku mencoba selalu mengerti keadaanmu. Meskipun kau bilang kita sama-sama egois,tapi aku pernah mencoba mengalah untukmu. Tolong ingat sebentar keindahan hubungan kita. Ingatlah sedikit kebaikanku. Aku tidak pernah meminta kau untuk menjadi seperti mereka yang selalu memberikan ku ini dan itu. Aku tidak pernah menuntutmu banyak sayang.
Kamu harus tau,aku disini menunggumu. Meski kau beberapa kali coba mematikan hatiku,aku tak kan jera. Aku akan tetap disini. Aku akan tetap menjaga sangkar ini yabg sudah terlihat kotor.
Cepat pulang sayang,aku menunggu di dalam sangkar ini sendirian. Dan aku sangat mengharpkan kau untuk pulang. Dan kita bersihkan bersama sangkar ini agar terlihat indah lagi. Jangan lama-lama perginya. Aku akan selalu menunggumu pulang.
Ingat......
Aku menunggumu pulang......